√ Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi yang Baik & Benar

Cerpen atau cerita pendek adalah tulisan dalam bentuk prosa yang menceritakan satu bagian dari keseharian tokoh. Konflik yang dibangun dalam cerita bisa berupa pertikaian, momen mengharukan ataupun menggembirakan.

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi

Cerpen pun berisi pesan yang tak mudah dilupakan. Cerita pendek biasanya fiktif atau khayalan dengan penggambaran yang ringkas dan di akhiri dengan solusi.

Cerpen pengalaman pribadi sering ditulis para siswa saat ada tugas mengarang dalam pelajaran bahasa Indonesia.

Menulis cerpen pengalaman sebenarnya tidak sulit sebab pada intinya pengarang hanya diminta menggambarkan aktifitas keseharian mereka dari awal hingga akhir.

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi

Coba simak contoh cerpen pengalaman pribadi berikut ini agar bisa terbesit ide menulis yang serupa :

Ceritaku Pribadi


Waktu itu, persisnya hari Sabtu, di sekolahku diadakan Perkemahan Sabtu Minggu yang sering hanya disebut Persami. Aku berangkat dari rumah jam 9 pagi dengan membawa banyak peralatan berkemah dalam tas ransel yang sangat berat dipundak. Sesampainya di sekolah, sudah banyak yang datang dan aku pun segera bergabung dengan teman-teman. Sembari menunggu, aku ajak Vina membeli minuman di warung samping sekolah sebab sepertinya stok minuman tak akang mencukupi bila digunakan untuk dua hari. Lima menit waktuku dan Vina diberikan oleh pembina untuk membelinya.

Upacara pembukaan Persami sebentar lagi dimulai. Semua peserta diminta mendirikan tenda berdasarkan regu sebelum upacara. Tak menunggu waktu lagi, aku dan teman-teman satu regu pun meraih tenda yang tergeletak untuk didirikan. Saat upacara dimulai, matahari benar-benar panas. Waktu itu menunjukkan jam 11 pagi. Malah ada peserta perempuan pingsan gara-gara terik sang surya itu. Begitu upacara rampung, seluruh siswa diperkenankan beristirahat sebentar. Lomba-lomba diadakan usai istirahat dan sholat dhuhur. Disiapkan berbagai permainan untuk dilombakan. Lomba berlangsung dengan sangat meriah hingga sore pun menjelang. Peserta kemah diberikan kesempatan untuk mandi, sholat, dan makan.

Tidak terasa hari beranjak malam dan adzan maghrib pun berkumandang. Peserta Persami yang muslim pun mengadakan sholat maghrib berjamaah yang lalu diikuti tadarus Qur’an hingga isya’. Usai berjamaah sholat isya’, menu kari ayam menanti untuk dinikmati. Aku sebenarnya tak selera sebab makan malam bukanlah kebiasaanku selama ini. Kebetulan Risma teman satu reguku menawari nasi goreng yang dibawanya. Nasi goreng adalah menu favorit yang selalu bisa membangkitkan selera makanku.

Tidak berselang lama setelah selesai makan, ada ribut-ribut di salah satu tenda. Ada peserta wanita yang menangis sebab mengaku melihat bayangan hitam di dalam tenda. Seketika suasana pun berubah gaduh dan terdengar jeritan di sana sini. Kulihat temanku yang menangis sudah ditenangkan oleh beberapa guru pembina. Sesudah situasinya tenang, acara dilanjutkan dengan mengadakan upacara api unggun. Disusul dengan penyelenggaraan pentas seni. Reguku menampilkan kebolehan bernyanyi dengan diiringi gitar yang kebetulan temanku sangat mahir memainkannya. Begitu seluruh kegiatan usai, seluruh peserta pun masuk ke dalam tenda untuk tidur.

Tidak berselang lama, terdengar jeritan. Aku tak begitu menghiraukannya. Namun aku menjadi penasaran sebab siswa-siswa berhamburan dari dalam tenda. Lagi-lagi peserta perempuan dari regu lain yang kesurupan. Teman satu regu dari anak itu mengatakan jika ia adalah anak indigo yang sudah beberapa kali mengalami hal yang sama di waktu kecil. Ia langsung ditangani guru pembina yang juga guru agama islam. Akibat peristiwa itu, seluruh peserta pun akhirnya diminta pindah ke ruang kelas dengan penerangan memadai. Aku pun berusaha untuk tidur kembali dengan gulungan jaket sebagai bantalnya.

Tidak terasa pagi pun menjelang. Di kejauhan kumandang adzan subuh terdengar sayup-sayup. Seluruh peserta muslim langsung beranjak untuk berwudhu dan mendirikan sholat berjamaah. Usai sholat, aku dan teman-teman segera berganti pakaian ke pakaian olahraga sebab tak lama lagi akan digelar aneka permainan seru sehabis makan pagi. Permainan pun diadakan dengan serunya. Aku dan seluruh peserta benar-benar senang dan tak ingat lagi dengan kejadian semalam. Usai permainan, upacara penutupan Persami pun diadakan. Akhirnya semua siswa peserta Persami pulang ke rumah masing-masing.

Penutup

Menulis Cerpen dari pengalaman pribadi itu memang asyik apalagi dengan tema yang kita suka, sehingga contoh cerpen pengalaman pribadi ini hanyalah gambaran saja.

Sebba untuk membuat cerpen dengan pengalaman pribadi itu setiap orang bisa berbeda-beda tergantung imajinai kamu.

Demikian untuk contoh cerpen pengalaman pribadi baik dari gaya penulisan hingga alur cerita yang blog-eko27 berikan, semoga ini bisa menjadi contoh untuk kita dalam menulis cerpen.
Blog-Eko27.Com Hanya Penikmat Kopi yang Tidur Larut Malam, salam Blog-Eko27.Com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel