√ Menulis Narasi Pengalaman Pribadi yang Benar & Bagus

Bercerita tentang pengalaman pribadi yang pernah dialami bagi sebagian orang sangatlah mengasyikkan. Dalam pelajaran bahasa indonesia, membuat karangan yang didasarkan pada pengalaman pribadi dinamakan dengan karangan narasi.

Cerita narasi Adalah

Cerita narasi adalah sebuah paragraf yang dibuat dengan maksud memberikan sebuah hiburan atau pengalaman berguna kepada pembaca.

menulis narasi pengalaman

Cerita narasi dapat berformat fiksi atau khayalan atau juga bisa berupa karangan nonfiksi. Dapat dijumpai dalam berbagai tulisan misalnya cerpen, novel, dan biografi.

Menulis narasi pengalaman pribadi sebenarnya tidak susah. Kita hanya harus mengingat-ingat kembali peristiwa menarik yang pernah dialami lalu menuliskannya secara runtut berdasar urutan kejadian dari awal, tengah dan akhir.

Gaya Penulisan Narasi Pengalaman

Coba perhatikan contoh narasi pengalaman pribadi berikut ini agar bisa lebih memahaminya :

Contoh 1 Penulisan Narasi Pengalaman

"Tatkala terbangun di Senin pagi itu, aku benar-benar kaget bukan alang kepalang ketika kulihat jam beker di atas meja kamar menunjuk angka 06.15. Aku seketika beranjak ke ke kamar mandi. Karena terburu-buru, di depan kamar mandi aku terpeleset sehingga hampir saja terjatuh jika tanganku tak segera meraih gagang pintu. Usai mandi, aku langsung mengenakan seragam sekolah, makan pagi lantas pergi sekolah mengendarai sepeda motor."

Contoh 2 Penulisan Narasi Pengalaman

"Tiba di parkiran sekolah, aku segera membuka tas untuk mengambil topi. Namun hingga tiga kali aku membolak-balik tumpukan buku di dalam tas ternyata topi upacara tak ada di sana. Aku memutuskan untuk balik lagi ke rumah untuk mengambil topi. Bergegas akun kembali ke sekolah dengan sepeda motor yang kupacu kencang."

Contoh 3 Penulisan Narasi Pengalaman

"Mendadak di tengah jalan, motor malah mogok. Begitu aku cek ternyata bensin kosong di dalam tangki. Dengan terpaksa aku mendorongnya hingga sampai penjual bensin eceran. Mujur, tak jauh dari tempat motorku mogok ada penjual bensin. Segera kubayar bensin dengan selembar sepuluh ribuan dan segera tancap gas ke sekolah."

Contoh 4 Penulisan Narasi Pengalaman

"Sesampainya di sekolah kulihat para siswa telah berbaris di lapangan sebab upacara bendera sebentar lagi dimulai. Dengan tergopoh-gopoh aku bergabung ke lapangan. Saat acara sambutan dari pembina upacara yang hari itu diisi Pak Muradi, kepala sekolahku beliau memberikan penjelasan mengenai tata tertib sekolah. Mendadak Bu Tutik guru BP datang mengecek kerapian para siswa yang berbaris. Alamak, aku kena! rambutku dianggap sudah terlalu panjang oleh Bu Tutik. Tanpa ba bi bu, guru BP itu pun memainkan gunting di tangannya untuk membabat rambut panjangku."

Contoh 4 Penulisan Narasi Pengalaman

"Hasilnya, model rambutku menjadi tidak keruan. Selesai upacara, aku bergegas masuk kelas untuk memulai pelajaran. Pelajaran pertama adalah Bahasa Indonesia yang celakanya ada PR yang aku lupa mengerjakannya. Bu Rini pun menghukumku dengan membuat PR itu hingga tiga kali. Aku segera menyelesaikan tugas tersebut. Saat tengah menyelesaikan tugas tadi, teman-teman sekelas berisik sebab setelah pelajaran Bahasa Indonesia, jam pelajaran kosong gara-gara Pak Hadi yang guru IPS ijin tak masuk mengajar karena sakit. Gegara kelas ramai sekali, aku tak bisa berkonsentrasi menyelesaikan tugas dari Bu Rini. "

Contoh 5 Penulisan Narasi Pengalaman

"Aku pun menegur teman-temanku agar tak berisik. Namun mereka malah tak terima dan salah satu temanku menyambar buku tugasku dan merobeknya. Aku yang marah tanpa pikir panjang pun memukul temanku itu sampai terjadilah perkelahian. Bisa ditebak kami berdua pun dihadapkan ke wali kelas di ruang guru untuk menyelesaikannya. Aku pun menceritakan kejadiannya. Pak Anwar wali kelasku meminta kami berdua menyudahi permasalahan dan saling memaafkan."

Contoh 5 Penulisan Narasi Pengalaman

"Kami pun kembali ke kelas dan tak berapa lama lonceng pertanda pulang sekolah berbunyi. Sesampainya di rumah aku baru merasakan betapa letihnya aku hari ini. Aku pun menceritakan mengenai peristiwa yang terjadi di sekolah tadi kepada ibuku. Ibuku menasihati agar jangan sampai lupa mengerjakan PR yang diberikan Bu Rini dan jangan sampai melanggar tata tertib sekolah."

Kesimpulan Menulis Narasi Pengalaman

Kalau menurut blog-eko27.com dalam menulis narasi itu tidak begitu berbeda, namun untuk pengalaman lebih di tekankan pada gaya bahasa kita yang khas.

Sehingga kita kita sebagai pembaca itu merasa bisa membedakan tulisan kamu dengan tulisan orang lian.

Demikian untuk menulis dan gaya penulisan narasi pengalaman ribadi, kamu bisa utamakan gunakan bahasa yang khas untuk kamu sendiri.
Blog-Eko27.Com Hanya Penikmat Kopi yang Tidur Larut Malam, salam Blog-Eko27.Com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel